Agama Musuh Terbesar Pancasila, Kepala BPIP Diminta Mundur Tjokroaminoto Institute

Tomi Erizal : Direktur Informatika Dan Komunikasi Tjokroaminoto Institute

Blak – blakan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Yudian Wahyudi dalam salah satu wawancara mengungkapkan bahwa musuh terbesar Pancasila adalah agama, ungkapannya ini adalah hal yang sangat berbahaya dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Pernyataan seorang kepala BPIP mestinya menyatukan dan bukan membenturkan agama dengan Pancasila, tugas PBIP untuk membumikan Pancasila di negeri ini goyah secara sendirinya.

Dilihat dari amanat Presiden Jokowi kepada kepala BPIP untuk supaya dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila di kalangan milenial dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ungkapannya (kepala BPIP) justru menanamkan nilai – nilai keambiguan dan multitafsir terhadap Pancasila.

Pancasila lahir berdasarkan perumusan tim 9 tokoh yang berasal dari berbagai kalangan ormas, dan tiga diantaranya merupakan keluarga besar Syarikat Islam.

Adapun sembilan tokoh tersebut terdiri dari Soekarno, Muh. Hatta, A.A. Maramis, KH A. Wachid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, Abikusno Tjokrosujoso, H. Agus Salim, Ahmad Subardjo dan Muh. Yamin, merumuskan salah satu bunyi Piagam Jakarta yaitu: “Ketuhanan, dengan Kewajiban Menjalankan Syari’at Islam Bagi Pemeluk-pemeluknya”.

Namun sebelum Pembukaan/Muqaddimah (Preambule) disahkan, pada tanggal 17 Agustus 1945 Mohammad Hatta mengutarakan aspirasi dari rakyat Indonesia bagian Timur yang mengancam memisahkan diri dari Indonesia jika poin “Ketuhanan” tidak diubah esensinya. Akhirnya setelah berdiskusi dengan para tokoh agama di antaranya Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wahid Hasyim, dan Teuku Muh. Hasan, ditetapkanlah bunyi poin pertama Piagam Jakarta yang selanjutnya disebut Pancasila dengan bunyi: “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Ungkapan kepala BPIP tersebut sangat disesalkan dan tidak layak seorang kepala BPIP berpikiran seperti itu, bukannya memberikan pernyataan yang menyatukan malah bikin kontrofersi.

Hubungan Pancasila dan agama secara objektif selalu hadir dalam lapisan sejarah perjalanan negeri ini. Namun, mengatakan agama sebagai musuh Pancasila sudah jelas adalah pernyataan yang keliru.

Posisi agama adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam Pancasila sebagaimana di cantumkan dalam sila pertama. Tiga ormas besar (Syarikat Islam, dan Muhammadiyah) yang menyatakan menerima Pancasila. Barang tentu sudah jelas menunjukan relasi diantara agama dan pancasila tidak bermasalah sama sekali. Bahkan saling menguatkan.

Hemat saya kepala BPIP seharusnya melakukan komunikasi dengan pihak dan lembaga – lembaga di bangsa ini yang dari dahulu mengawal dan memperjuangkan tegaknya Pancasila. Kepala BPIP harus berpikir sebelum bicara sehingga tidak menimbulkan kemarahan publik yang bisa menjadi bola salju mundurnya pemahaman nilai – nilai Pancasila. Jika tidak sanggup menjadi kepala BPIP, lebih baik mengundurkan diri.

sumber: beritatujuh.com